Monday, 9 November 2015

Manfaat Kafein Yang Berguna Untuk Kesehatan

Tips Sehat dan Cantik - Kafein merupakan senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal yang memiliki rasa pahit. Kafein bisa ditemukan pada beberapa tumbuhan seperti teh, kakao, biji kopi, maupun kopi cokelat. Jumlah kafein yang terkandung dalam setiap tumbuhan biasanya berbeda-beda. Contohnya, kandungan kafein yang ada pada kopi arabika akan lebih rendah bila dibandingkan dengan kandungan kafein yang terdapat pada kopi robusta.
manfaat kafein
Ilustrasi biji kopi via bodybuilding.com
Perlu diketahui bahwa kandungan kafein dalam teh juga cukup banyak, hanya saja dampak yang diberikan kafein dalam teh tidak sekuat yang ada pada biji kopi yang telah dijadikan bubuk kopi. Meskipun banyak orang yang menilai bahwa kafein tidak baik bagi tubuh, namun jika dosinya tepat, hal itu akan memberikan dampak positif terhadap tehadap tubuh Anda. Berikut ini merupakan beberapa manfaat kafein yang baik untuk kesehatan.

7 Manfaat Kafein Terhadap Kesehatan


1. Mengembalikan stamina setelah berolahraga
Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya kafein itu bisa mengembalikan stamina tubuh setelah berolahraga. Supaya hasilnya lebih optimal, disarankan untuk mengonsumsi minuman berkafein dan makanan berkarbo. Kombinasi keduanya ini efektif untuk mengisi kembali glikogen otot yang hilang pada saat olahraga sehingga akhinya bisa mempercepat proses regenerasi otot. Disamping itu, kafein juga bisa mengobati nyeri otot setelah berolahraga.



2. Meningkatkan memori otak
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kafein mampu meningkatkan daya ingat atau memori otak. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan setidaknya 160 orang. Sebagian dari partisipan diberi kafein sebanyak 200 mg dan sebagiannya lagi hanya diberikan kafein buatan. Mereka yang diberi 200 mg kafein ternyata mengalami peningkatan daya ingat sehingga mampu mengingat gambar-gambar yang telah diberikan sebelumnya. Nah, jika Anda menginginkan daya ingat kembali meningkat, Anda bisa mencobanya dengan mengonsumsi kafein.

Baca juga: 7 Kebiasaan Sederhana Ini Bantu Otak Tetap Tajam

3. Mengurangi depresi
Senyawa alkaloid xantina pada kafein dapat merangsang keluarnya zat dopamine, yakni neurotransmitter yang berfungsi untuk memberikan kesenangan pada otak. Dengan demikian, rasa senang yang kembali meningkat akan membantu mengurangi depresi yang sedang dialami.

4. Membantu turunkan berat badan
Manfaat kafein berikutnya adalah membantu Anda dalam hal menurunkan berat badan. Berdasarkan penelitian, kafein bisa membantu menekan nafsu makan seseorang. Artinya, orang yang mengonsumsi kafein dapat membuatnya terhindar dari rasa lapar. Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, mengonsumsi kafein dengan dosis yang tepat bisa membantu melancarkan program diet Anda.

5. Mengurangi risiko diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang diakibatkan oleh berkurangnya kemampuan tubuh dalam menyerap gula dan mengubahnya menjadi energi. Seseorang yang menderita diabetes tentu saja harus memerhatikan makanan yang akan dikonsumsinya. Karena kalau tidak, hal itu akan memperburuk kondisi penyakitnya. Sebelum semuanya terlambat, Anda juga bisa mencegah diabetes dengan mengonsumi kafein yang memiliki cita rasa pahit.

6. Mencegah kanker kulit
Manfaat kafein yang berikutnya ini adalah membantu Anda terhindar dari penyakit kanker kulit. Menurut penelitian, seseorang yang rutin mengonsumsi kafein dalam dosis yang tepat, maka peluang menderita kanker kulit akan lebih kecil bila dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi kafein.

7. Menghilangkan rasa kantuk
Manfaat kafein yang satu ini memang paling terkenal diantaranya yang lainnya. Banyak orang yang memilih minum kopi ketika rasa kantuk mulai melanda. Hal ini memang terbukti karena kafein bersifat sebagai perangsang psikoaktif dan diuretik ringan yang membuat produksi hormon adrenalin menjadi lebih banyak. Sehingga, hal inilah yang nantinya akan membuat tubuh terasa lebih segar dan rasa kantuk pun jadi hilang.

Nah, itulah beberapa manfaat kafein yang memberikan dampak positif terhadap tubuh Anda. Meskipun memiliki banyak manfaat, pastikan bahwa Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

8 Macam Macam Penyakit Mata dan Ciri Cirinya - Eye Diseases

Macam Macam Penyakit Mata . Gangguan kesehatan mata dulu kita kenal hanya belekan dan merah namun ternyata macaman penyakit mata merah ini sangat banyak sekali disni akan dijelaskan satu persatu tentang macam-macam sakit mata .

Baiklah langsung saja ke pokok pembahasan pokok , baik lah silahkan baca di bawah ini dan kami tidak menyebutkan ciri-ciri penyakit dengan kata ciri-ciri  namun ada pakai kata gejala , biasanya dirasakan dll.
Macam Macam Penyakit Mata
Macam Macam Penyakit Mata

1. Macam-macam Penyakit Mata Pertama, KONJUNGTIVITIS

Konjungtivitis adalah iritasi akibat infeksi bagian selaput yang melapisi mata. Gejala penyakit mata ini biasanya mata memerah, berair, gatal, terasa nyeri, keluar belekan & penglihatan kita menjadi kabur. Konjungtivitis mudah menular dan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti alergi (debu, serbuk, bulu, angin / asap), infeksi bakteri, penggunaan lensa kontak yang kurang bersih.

2. Macam-macam Penyakit Mata Ke Dua, KERATOKONJUNGTIVITAS VERNALIS (KV)

Keratokonjungtivitas adalah peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit pada mata. Gejala penyakit mata ini: berair, gatal, mata merah, kelopak mata bengkak & banyak keluar belek. Perlu diketahui KV merupakan peradangan musiman. Penderita penyakit ini cenderung kambuh terutama pada musim panas.

3. Macam-macam Penyakit Mata Ke Tiga, ULKUS KORNEA (UK)

Ulkus kornea adalah infeksi pada bagian luar kornea. Biasanya penyaki mata seperti ini disebabkan beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas dan pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan. UK terkadang terjadi di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dlm & belakang kornea.

4. Macam-macam Penyakit Mata Ke Empat, SELULITIS ORBITALIS (SO)

Selulitis orbitalis adalah peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejala penyakit mata ini berupa kelopak mata bengkak, bola mata menonjol & bengkak, mata merah, nyeri, serta penderita mengalami demam. Sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus / infeksi yang berasal dari gigi. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak / pembekuan darah di otak.

5. Macam-macam Penyakit Mata Ke Lima, TRAKOMA

Trakoma adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini berkembang sangat baik di lingkungan yang kotor / bersanitasi buruk. Penularan penyakit mata trakoma berlangsung saat anak menggunakan benda yang sudah tercemari Chlamydia seperti sapu tangan dan handuk.

6. Macam-macam Penyakit Mata Ke Enam, DAKRIOSISTITIS

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah & bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah & penderita mengalami demam.

7. Macam-macam Penyakit Mata Ke Tujuh, BLEFARITIS

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air & lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata sebab terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut.

8. Macam-macam Penyakit Mata ke delapan, ENDOFTALMITIS

Endoftalmitis merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dlm sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi sebab mata anak tertusuk sesuatu seperti jatum / benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani sebab bisa menimbulkan kebutaan.

Itulah 8 Macam Macam Penyakit Mata dan Ciri Cirinya  s emoga saja dapat mendatangkan wawasan baru untuk sobat semua , untuk menghindari penyakit penyakit di atas maka hindarilah penyebab-penyebanya .

Saturday, 7 November 2015

7 Cara Jitu Mengatasi Insomnia

Tips Sehat dan Cantik - Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang merasa kesulitan untuk bisa tidur sesuai dengan yang diinginkannya. Bukan hanya sebelum tidur, bahkan sesudah bangun tidur pun biasanya akan diikuti pula oleh berbagai gangguan fungsional tubuh.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan insomnia, beberapa diantaranya adalah stres, mengonsumsi obat-obatan, ruangan yang kurang nyaman, sakit pada bagian tubuh tertentu, dan lain sebagainya.

Meskipun insomnia bisa terjadi kepada pria dan wanita. Akan tetapi, wanita cenderung lebih banyak memiliki masalah gangguan tidur bila dibandingkan pria. Namun, Anda masih bisa kok untuk untuk mengatasi gangguan masalah tidur seperti ini. Berikut adalah 7 cara mengatasi insomnia yang bisa Anda coba.
cara mengatasi insomnia
Ilustrasi insomnia via webmd.com
1. Berjemur di pagi hari
Ketika bangun pagi, usahakan luangkan waktu sejenak untuk berjemur di pagi hari. Sinar matahari yang meresap kedalam tubuh akan mengatur munculnya homon tidur, yakni melatonin yang akan membuat Anda bisa tidur di malam hari.

Lakukan langkah pertama ini secara rutin. Anda bisa melakukannya dengan cara jalan-jalan di pagi hari atau jogging dibawah sinar matahari pagi. Yang penting tubuh Anda harus merasakan hangatnya sinar matahari pagi.



2. Membaca buku
Satu jam sebelum tidur, pastikan bahwa Anda sudah tidak memainkan gadget seperti ponsel, tab, komputer, atau TV. Hal ini dikarenakan gadget bisa mengganggu dan menekan hormon tidur. Selain itu, gadget juga bisa mengganggu kelelapan tidur Anda. Lebih baik, bacalah beberapa halaman buku karena hal itu bisa membuat Anda lebih cepat tertidur.

3. Lakukan yoga
Terdapat sebuah studi yang menunjukkan bahwa melatih pernapasan atau meditasi dari yoga bisa memberikan kualitas tidur yang jauh lebih baik. Sebenarnya bukan hanya yoga saja lho, apapun jenis olahraga yang dilakukan juga bisa membuat tidur Anda menjadi lebih berkualitas. Asal, olahraga tersebut dilakukan secara rutin dengan porsi yang tepat. Anda bisa mencobanya dengan berjalan kaki selama 30 menit 5 hari per minggu.

4. Camilan sebelum tidur
Jika Anda suka ngemil sebelum tidur, alangkah lebih baik jika camilan tersebut merupakan kombinasi terbaik antara karbohidrat dan protein. Satu jam sebelum Anda pergi tidur, cobalah mengonsumsi camilan rendah gula seperti hal nya sereal gandum utuh dengan susu.

5. Kebersihan tempat tidur
Walau bagaimanapun, kebersihan tempat tidur Anda juga mesti diperhatikan. Semakin Anda nyaman dengan tempat tidur Anda, maka akan semakin mudah pula Anda untuk tertidur. Oleh karena itu, cuci dan ganti sprei minimal seminggu sekali.

6. Melatonin
Mengonsumsi suplemen seperti melatonin juga bisa membantu meningkatkan kualitas tidur Anda. Meskipun belum diketahui secara pasti berapa dosis yang tepat untuk dikonsumsi, namun Anda bisa mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter.

Baca juga: Inilah Alasan Orang Tidak Bisa Tidur Ketika Jatuh Cinta

7. Obat tidur
Biasanya dokter memberikan resep obat tidur seperti ambeien, sonata, dan lunesta. Namun, ini juga tidak baik jika Anda memilih cara yang satu ini untuk jangka waktu yang lama.

Manfaat Tujuan Dan Jadwal Pemberian Imunisasi

Fungsi manfaat tujuan dan jadwal pemberian imunisasi vaksinasi yang tepat pada bayi anak perlu diketahui dan dipahami oleh para orang tua sebagai salah satu cara kiat tips untuk menjaga kesehatan bayi dan anak itu sendiri.

Tujuan pemberian imunisasi vaksinasi dasar lengkap itu salah satunya adalah menjaga melindungi bayi yang kadar imunitas tubuhnya masih sangat rentan dari penyakit yang bisa dan dapat untuk menyebabkan penyakit, kecacatan, atau bahkan kematian bayi.

Dan juga bermanfaat bertujuan dalam rangka agar Pertumbuhan Perkembangan Kesehatan Anak akan bisa terjaga dengan lebih baik lagi.

Manfaat Tujuan Dan Jadwal Pemberian Imunisasi

Imunisasi itu sendiri adalah merupakan suatu cara serta upaya yang dilakukan dengan sengaja dengan memberikan kekebalan (imunisasi) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit-penyakit tertentu sesuai dengan jenis macam imunisasi yang diberikannya tersebut.

Jenis Macam Imunisasi Dasar Lengkap Bayi


Pembagian jenis imunisasi untuk bayi dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu imunisasi wajib dan imunisasi tambahan (dianjurkan). Untuk imunisasi wajib, pemerintah mewajibkan 5 jenis vaksinasi bayi/anak, yaitu: BCG, Polio, Hepatitis B, DPT, dan Campak.

Berikut beberapa jenis Vaksin Imunisasi Lengkap Wajib dan manfaat imunisasi yang diberikan antara lain adalah

Imunisasi Hepatitis B

Pemberian vaksinasi hepatitis B ini berguna serta bermanfaat dalam rangka untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati dan bila hal itu terus terjadi sampai si anak dewasa akan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker hati.

Imunisasi BCG

Pemberian vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin) dan juga imunisasi BCG ini bermanfaat dan berguna dalam rangka untuk mencegah timbulnya penyakit TBC. Dilakukan sekali pada bayi dengan sebelum usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan.

Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan dan belum mendapat imunisasi BCG maka harus dilakukan uji tuberkulin untuk mengetahui apakah bayi sudah terpapar bakteri TBC. Imunisasi bisa diberikan bila hasil tes tuberkulin negatif.

Imunisasi Polio

Ini adalah jenis vaksinasi yang pemberiannya melalui oral (mulut) dan manfaat imunisasi polio ini untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 1 sampai 4 bulan.

Imunisasi DPT

Diberikan dalam rangka dan bermanfaat untuk pencegahan terjadinya penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pernafasan, serta mengeluarkan racun yang dapat melemahkan otot jantung. Penyakit Pertusis yang dalam kondisi berat bisa menyebabkan terjadinya pneumonia.

Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas. Kalau penyakit campak berat dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau bisa menyerang otak.

Imunisasi Campak

Tujuan pemberian imunisasi campak ini adalah mencegah penyakit campak. Pemberiannya hanya sekali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan. Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau mengikuti program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dicanangkan pemerintah.

Umur
Vaksin
Keterangan
Saat lahir
Hepatitis
B -1
HB-1 harus
diberikan dalam jangka waktu 12 jam, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan.
Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir
diberikan HBlg 0,5 mL bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semual status
HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui
bahwa HbsAg positif maka dapa diberikan HBlg 0,5 mL sebelum bayi berumur 7
hari.
Polio- 0
Polio-0 diberikan saat kunjungan
pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi
dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
1 bulan
Hepatitis
B- 2
HB- 2 diberikan pada umur 1 bulan,
interval HB- 1 dan HB 2 adalah 1 bulan.
0–2 bulan
BCG
BCG dapat diberikan sejak lahir.
Apabila BCG akan diberikan pada umur > 3 bulan sebaiknya dilakukan uji  tuberkulin terlebih dahulu dan BCG
diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
2 bulan
DTP- 1
DTP- 1 diberikan pada umur lebih dari
6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP- 1 diberikan secara
kombinasi dengan Hb- 1 (PRP-T).
Hib- 1
Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan
dengan interval 2 bulan. Hib- 1 dapat diberikan secara terpisah atau
dikombinasikan dengan DTP- 1.
Polio- 1
Polio- 1 dapat diberikan bersamaan
dengan DTP- 1
4 bulan
DTP- 2
DTP- 2 (DTwp atau DTap) dapat
diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan Hib- 2 (PRP-T).
Hib- 2
Hib- 2 dapat diberikan terpisah atau
dikombinasikan dengan DTP- 2
Polio- 2
Polio- 2 dapat diberikan bersamaan
dengan DTP- 2
6 bulan
DTP- 3
DTP- 3 dapat diberikan secara terpisah
atau dikombinasikan dengan Hib- 3 (PRP-T).
Hib- 3
Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib- 3
pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.
Polio- 3
Polio- 3 diberikan bersamaan dengan
DTP- 3
Hepatitis
B- 3
HN- 3 diberikan pada umur 6 bulan.
Untuk mendapatkan respons imum optimal, interval HB- 2 dan HB- 3 minimal 2
bulan, terbaik 5 bulan.
9 bulan
Campak 1
Campak- 1 diberikan pada umur 9 bulan,
campak-2 merupakan program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun. Apabila telah
mendapatkan MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan.
15 – 18
Bulan
MMR
Apabila sampai umur 12 bulan belum
mendapatkan imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan.
15 bulan
Hib- 4
Hib- 4 diberikan pada 15 bulan (PRP-T
atau PRP-OMP).
18 bulan
DTP- 4
DTP- 4 (DTwp atau DTap) diberikan 1
tahun setelah DTP- 3.
Polio- 4
Polio- 4 dapat diberikan bersamaan
dengan DTP- 4
2 tahun
Hepatitis
A
Vaksin Hep A direkomendasikan pada
umur > 2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.
2-3 tahun
Tifoid
Vaksin tifoid polisakarida injeksi
direkomendasikan untuk umur > 2 tahun. Imunisasi tifoid polisakarida
injeksi perlu diulang setiap 3 tahun.
5 tahun
DTP- 5
DTP- 5 diberikan pada umur 5 tahun
(DTwp/DTap)
Polio- 5
Polio- 5 diberikan bersamaan dengan
DTP- 5
6 tahun
MMR
Diberikan untuk catch up immunization  pada
anak yang belum mendapatkan MMR- 1.
10 tahun
dT/TT
Menjelang pubertas, vaksin tetanus
ke-5 (dT atau TT) diberikan untuk mendapatkan imunitas selama 25 tahun.
Varisela
Vaksin varisela diberikan pada umur 10
tahun.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kelima jenis imunisasi tersebut diwajibkan karena dampak akibat pengaruh dari penyakit tersebut dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Sementara untuk jenis imunisasi tambahan dianjurkan untuk menambah daya tahan tubuh terhadap beberapa jenis penyakit, di mana vaksinnya antara lain adalah Hib, Pneumokokus (PCV), Influenza, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, dan HPV

Beberapa jenis Vaksin Imunisasi Tambahan dan manfaat imunisasi yang diberikan antara lain adalah sebagai berikut :

Jadwal Imunisasi Vaksin Pneumokokus Untuk Bayi Dan Pada Anak

Dapat diberikan pada umur 2, 4, 6, 12-15 bulan. Pada umur 7-12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada umur > 1 tahun diberikan 1 kali, namun keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada umur > 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali

Jadwal Imunisasi Vaksin Rotavirus Monovalen Untuk Bayi Dan Pada Anak

Diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu.

Jadwal Imunisasi Vaksin Rotavirus Pentavalen Untuk Bayi Dan Pada Anak

Dosis ke-1 diberikan umur 6-12 minggu, interval dosis ke-2, dan ke-3 4-10 minggu, dosis ke-3 diberikan pada umur < 32 minggu (interval minimal 4 minggu). Jadwal Imunisasi Vaksin MMR Untuk Bayi Dan Pada Anak

Dapat diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapat vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya MMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.

Jadwal Imunisasi Vaksin Influenza Untuk Bayi Dan Pada Anak

Diberikan pada umur > 6 bulan, setiap tahun. Untuk imunisasi primer anak 6 bln – < 9 tahun diberi 2 x dengan interval minimal 4 minggu Jadwal Imunisasi Vaksin HPV Untuk Bayi Dan Pada Anak

Dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Jadwal vaksin HPV bivalen 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen 0,2,6 bulan.

Jadwal Imunisasi Vaksin Varisela Untuk Bayi Dan Pada Anak

Dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur > 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Efek Samping Setelah Pemberian Imunisasi


Imunisasi kadang mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Bagi bunda para orang tua yang memiliki anak bayi atau balita dan ingin mengimunisasi anak bayi buah hati maka tidak perlu khawatir. Efek samping yang ditimbulkan setelah imunisasi tidak berbahaya.

Selain itu tidak semua anak akan mengalami demam setelah imunisasi karena hal ini juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, sebelum membawa anak anda untuk diimunisasi, pastikan terlebih dahulu buah hati kita berada dalam kondisi yang sehat dan siap untuk diimunisasi.

Berikut beberapa efek dampak imunisasi yang umum terjadi antara lain adalah sebagai berikut :
  1. BCG, dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
  2. DPT, umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 – 2 hari. Di tempat suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.
  3. Campak, panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 – 10 hari setelah penyuntikan.
Pentingnya imunisasi tepat waktu dan tidak menunda pemberian imunisasi karena jadwal untuk imunisasi tidak ditetapkan secara acak. Jadwal itu dibuat berdasarkan hasil penelitian tahunan dan melalui percobaan klinis yang menentukan kapan tubuh anak bisa merespon imunisasi secara optimal.

Jadwal pemberian imunisasi vaksinasi itu ditentukan agar anak mendapatkan hasil dan memperoleh perlindungan maksimal. Antibodi yang dimiliki bayi saat lahir memberikan perlindungan alami yang bisa mengganggu kinerja vaksin jika diberikan pada waktu yang salah.
Sumber : IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Wednesday, 4 November 2015

Kontrol Gula Darah Anda Dengan 7 Hal Ini

Tips Sehat dan Cantik - Diabetes memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan gula darah. Bila kadar gula darah seseorang berada diatas normal, maka peluang seseorang untuk menderita diabetes semakin terbuka lebar. Sedangkan bila kadar gula darah Anda rendah, hal itu juga tidak baik karena bisa membuat tubuh Anda mudah lelah, kondisi mental menurun, mudah tersinggung, dan bahkan bisa sampai pada hilangnya kesadaran.

Selain makanan yang dikonsumsi setiap hari, beberapa hal lainnya juga bisa mempengaruhi kadar gula darah seseorang. Oleh karena itu, selain memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi, 7 hal berikut ini juga bisa membantu Anda untuk mengontrol kadar gula darah.
cara mengontrol gula darah
Ilustrasi senyum bahagia via wewomen.ca
1. Istirahat yang cukup
Sesibuk apapun aktivitas Anda, pastikan bahwa Anda selalu mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kurang tidur mempunyai efek yang serius terhadap gula darah dan tingkat insulin dalam tubuh Anda. Oleh sebab itu, jagalah kualitas tidur Anda di setiap malamnya.



2. Olahraga
Jika Anda ingin sehat, maka jangan malas untuk berolahraga. Meskipun hanya berjalan kaki, hal itu juga baik bagi kesehatan tubuh Anda. Sebuah studi di Amerika yang dilakukan dalam skala besar menunjukkan bahwa berjalan kaki 2 km sehari mampu mengurangi risiko kematian yang diakibatkan oleh diabetes.

3. Penuhi kebutuhan magnesium
Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang selalu memenuhi kebutuhan magnesium di setiap harinya mampu mengurangi risiko diabetes hingga 10%. Sedangkan sekitar 20% terjadi pada wanita yang mempunyai berat badan berlebih. Untuk mencukupi kebutuhan magnesium di setiap harinya, Anda bisa mengonsumsi alpukat, sayuran hijau (brokoli, bayam), ikan, dan kacang-kacangan.

4. Konsumsi kayu manis
Sebuah penelitian di Pakistan menemukan bahwa orang yang menderita diabetes tipe 2 mengalami penurunan kadar gula darah sekitar 18-29% setelah mengonsumsi 1 g/ 3 g/ 6 g kayu manis (tergantung dari jumlah yang dikonsumsinya). Di Indonesia tentunya bukanlah perkara yang sulit untuk mendapatkan kayu manis.

5. Kurangi lemak jenuh dalam tubuh
Hasil sebuah studi di Amerika yang melibatkan 3000 orang menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki lemak jenuh yang cukup tinggi memiliki risiko lebih besar terkena diabetes. Karena itu, mulai dari sekarang hindari atau kurangi mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi akan lemak jenuh.

6. Mengonsumsi legume
Tahukah Anda apa itu legume? Legume merupakan tumbuhan yang masih termasuk kedalam keluarga kacang-kacangan. Beberapa kacang-kacangan atau legume yang cukup populer di masyarakat Indonesia diantaranya adalah kacang tanah, kacang hijau, kacang lentil, kacang merah, kacang kedelai, kacang polong, buncis, dan lain-lain. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi 75 g kacang-kacangan di setiap harinya bisa menstabilkan kadar gula darah dan juga insulin Anda.

7. Tertawa
Tertawa bisa menjadi obat yang paling murah untuk mengontrol kadar gula darah. Ilmuwan jepang mengungkapkan bahwa penderita diabetes yang menonton film komedi setelah makan malam, diketahui mengalami penurunan kadar gula darah dibandingkan dengan mereka yang hanya menyaksikan acara-acara membosankan.

Untuk tips lebih tepatnya, sebaiknya konsultasikan masalah kesehatan Anda kepada dokter-dokter yang telah berpengalaman dibidangnya.

Sunday, 1 November 2015

Buan-buahan Ini Bisa Bikin Rambut Kembali Lebat

Tips Sehat dan Cantik - Kita tentunya ingin sekali memiliki rambut yang sehat, lebat, dan kuat. Baik laki-laki maupun perempuan, rambut merupakan mahkota yang mesti dijaga keidahannya. Karena rambut yang terawat dengan baik bisa menambah rasa percaya diri seseorang.

Sekarang ini memang banyak produk-produk perawatan rambut yang mengklaim mampu membuat rambut Anda tampak lebih lebat. Namun, tidak semua jenis produk cocok untuk jenis rambut Anda. Solusi alternatifnya, Anda bisa memilih cara alami untuk melebatkan rambut Anda.
cara membuat rambut menjadi lebat
Ilustrasi rambut lebat dan sehat via allure.com
Cara alami yang diberikan disini sangatlah sederhana karena Anda bisa memiliki rambut yang lebat dengan memanfaatkan buah-buahan seperti berikut ini.

1. Berries
Buah-buahan yang satu ini bisa membantu mengobati kerontokan rambut sekaligus meningkatkan pertumbuhan rambut. Buah berries mengandung bahan kimia alami yang dikenal dengan nama bioflavonoids. Bahan kimia alami ini bisa meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala sehingga mampu mengurangi masalah rambut rontok secara alami.

2. Pepaya
Ekstrak buah pepaya dikenal juga sebagai exfoliator alami yang berguna untuk kulit dan rambut. Jika bahan alami ini dicampur dengan bahan alami lainnya seperti madu dan susu, maka ramuan ini mampu mengobati masalah kulit kepala dan mengurangi rambut rontok secara alami. Cara penggunaannya, haluskan buah pepaya kemudian campur dengan madu dan susu. Oleskan pada rambut dan biarkan hingga kering. Setelah itu barulah bilas dengan air dingin.



3. Jambu biji
Buah yang satu ini mengandung vitamin A yang cukup tinggi sehingga bisa membantu pertumbuhan rambut baru dan meningkatkan fungsi selaput lendir. Jika Anda memiliki ketombe, cobalah untuk menambahkan beberapa tetes madu dan jus lemon pada ramuan masker rambut Anda.

4. Persik
Untuk masalah kulit kepala, buah yang satu ini memang banyak yang menggunakannya. Jika kulit kepala tidak bersih, hal itu bisa menyebabkan rambut menjadi rontok. Dengan masker yang terbuat dari buah persik, hal ini akan menjaga kulit kepala Anda tetap bersih sampai ke akar-akarnya.

5. Plum
Mengonsumsi buah plum dapat menjaga kesehatan rambut Anda. Jika rambut Anda mudah rontok, menambahkan jus plum ke dalam masker rambut akan membantu mengurangi kerontokan rambut.

6. Jeruk
Buah jeruk juga bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan juga mengobati rambut rontok. Untuk Hasil terbaik, Anda bisa menggunakan jus atau ekstrak jeruk pada rambut Anda.

7. Pisang
Buah pisang tidak hanya bagus untuk kulit tapi juga baik untuk kesehatan rambut Anda. Haluskan pisang yang telah matang kemudian oleskan pada rambut dan kulit kepala Anda. Cara ini bermanfaat untuk mengatasi rambut rontok serta mengembalikan kilau rambut.

Penyakit Mata Merah dan Belekan , Menular , Gejala , Tanda dan Cara Mengatasinya - Konjungtivitis

Penyakit Mata Merah (konjungtivitis) .salah satu organ tubuh yang sangat penting adalah mata. Karena dengan mata, kita dapat melihat apa saja di alam ini serta dengan mata pula kita bisa menangis mengeluarkan beban – beban pikiran. Bayangkan saja, andai kita tidak memiliki mata, maka apa jadinya kita ini. Apapun kita miliki tidak akan ada artinya. Rumah mewah, mobil bagus, istri cantik tidak akan bermakna karena kita tidak dapat melihatnya. Sehingga kita sangat perlu memelihara kesehatan mata agar mata dapat terjaga dari berbagai serangan penyakit.

 Salah satu penyakit paling sering menyerang mata adalah penyakit mata merah atau biasa dikenal dengan istilah konjungtivitis. Penyakit mata merah (konjungtivitis) ini bisa menyerang siapa saja serta sangat mudah menular. Penyakit mata merah (konjungtivitis) biasa menyerang pada musim – musim tertentu, khususnya menyerang anak – anak dan remaja. Untuk itu kita perlu mengenal lebih banyak apa itu penyakit mata merah (konjungtivitis), bagaimana pencegahannya, serta tata cara menangani penyakit mata merah (konjungtivitis) ini. berikut penjelasannya..

Apa itu penyakit mata merah (konjungtivitis)?

Penyakit Mata Merah dan Belekan , Menular , Gejala , Tanda  dan Cara Mengatasinya

Penyakit mata merah atau dalam istilah kedokteran disebut konjungtivitis adalah penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi menular pada konjungtiva. konjungtiva adalah selaput bening pada mata yang menutupi bagian mata berwarna putih serta permukaan mata dalam pada kelopak mata. penyakit mata merah (konjungtivitis) disebabkan oleh bakteri atau virus, sesampai tercatat penyakit menular. dan bakteri juga virus ini bisa menyebabkan warna merah serta mendatangkan belekan pada mata .

Penularan penyakit ini bisa lewat kontak langsung bersama-sama penderita, misalnya tempat tidur ex istirahat penderita mata merah kemuian kita tempati untuk tidur, sesampai secara tiada sengaja berencana menularkan virus penyakit tersdayamuatp kepada orang kedua yang menempati kamar tidur tersdayamuatp. atau bisa juga penularan terjadi lewat barang – barang ex dipakai penderita penyakit mata merah (konjungtivitis) seperti handuk, kaca mata atau lainnya. meski demikian, kontak mata atau mengobrol tiada berencana menyebabkan terjadinya penularan seperti yang disangka sebagian orang.

pada sebagian kasus, penyakit mata merah (konjungtivitis) bisa juga disebabkan karena alergi terhadap sesuatu atau bisa juga disebabkan karena kemasukan suatu benda ke dalam mata yang mengakibatkan iritasi. jika terjadinya karena alergi atau disebabkan suatu benda masuk ke dalam mata, maka penyakit mata merah (konjungtivitis) ini bukan tercatat penyakit menular. 

disebut penyakit mata merah karena bagian mata berwarna putih berencana berubah memerankan merah dikerenberencana virus, bakteri, alergi maupun kemasukan suatu benda ke dalam mata. sebagian kasus penyakit mata merah (konjungtivitis) memang berencana sembuh meski tiada diobati, tetapi sebagian kasus mata merah (konjungtivitis) lainnya membutuhkan perawatan dan pengobatan.

Gejala – gejala atau tanda mata merah (konjungtivitis)


Penyakit mata merah (konjungtivitis) pada umumnya disemenjak bersama-sama gejala awal mata memerah serta terasa gatal dan bengkak. meski tiada sakit, namun sangat mengganggu seperti terganjal oleh bulu mata atau oleh benda kecil atau partikel kecil dan rasanya sangat gatal. selain itu, mata juga mengeluarkan cairan dari mata berwarna putih, kuning ataupun hijau serta bening. penyakit mata merah (konjungtivitis) bisa saja hanya menyerang sebagian mata kanan saja atau bagian kiri saja. tetapi biasanya konjungtivitis ini menyerang dua – duanya baik mata sebelah kanan maupun mata sebelah kiri dikarenberencana infeksi menular.penyakit mata merah (i) pada umumnya tiada berencana berdampak pada penurunan ketajmenenteramkan pada penglihatan seseorang.


Cara Mengatasi Mata Merah (konjungtivitis)


Meskipun penyakit mata merah (konjungtivitis) bukan tercatat berbahaya, namun menyepelekan penyakit mata merah (konjungtivitis) adalah sikap yang sangat gegabah. karena jika dibiarkan dan tiada ditangani secara proporsional maka berencana menyebabkan peradangan pada kornea mata sesampai penyembuhannya berencana memberencana waktu lama. untuk itu, bila gejala mata merah (konjungtivitis) semenjak timbul, segeralah ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. apabila penyebab dari penyakit mata merah (konjungtivitis) adalah bakteri, biasanya sang dokter berencana mempersembahkan obat antibiotik seperti obat tetes mata untuk penderita anak – anak maupun dewasa. tetapi jika penderitanya masih bayi, maka biasanya dokter berencana mempersembahkan salep untuk mengatasi penyakit mata merah (konjungtivitis)

 Sedangkan jika virus sebagai penyebab timbulnya mata merah (konjungtivitis), maka penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, bahkan belum ada obat penyembuhnya. Biasanya penderita akan mengalami infeksi sekitar kurang lebih satu hingga dua minggu, kemudiansembuh dengan sendirinya sehingga anda tidak perlu khawatir .
Baca juga :Otem Obat Mata dan Cara Pemakaiannya
Seseorang yang mengalami mata merah (konjungtivitis) perlu menjaga kondisinya agar tidak tambah parah penyakitnya agar proses penyembuhan lebih cepat . Berikut langkah – langkah yang harus diperhatikan agar mata merah (konjungtivitis) yang dideritanya tidak meluas serta agar lebih efektif dalam masa pemulihannya :
  1. Apa bila seseorang menyadari sakit mata merah, usahberencanalah tetap biriam diri di rumah, banyak istirahat serta jangan dulu beraktifitas agar tiada menularkan penyakitnya kepada orang lain.
  2. Lakukan lah pengompresan pada mata yang terkena mata merah tersdayamuatp bersama-sama menggunberencana air dingin atau bongkahan es batu agar dapat meredberencana pembengkberencana mata
  3. Sedangkan untuk mengurangi rasa gatal pada mata, bisa bersama-sama memercikkan air hangat pada mata merah tersdayamuatp, serta jangan digaruk atau dikucek.
  4. Cairan yang biasanya keluar dari mata bisa dilap atau dibersihkan bersama-sama lap hangat atau orang tua bisa saja membersihkannya bersama-sama menggunberencana kapas serta air hangat, jika penderitanya masih anak – anak.
  5. Segera gunberencana salep antibiotik apabila penyakit mata merah (konjungtivitis) tersdayamuatp penyebabnya adalah bakteri.
  6. Segera gunakan salep antibiotik apabila penyakit mata merah (konjungtivitis) tersebut penyebabnya adalah bakteri.
  7. Untuk mencegah iritasi lebih parah, bersihkan terlebih dahulu tangan yang akan digunakan untuk meneteskan obat tetes mata maupun salep antibiotik.
  8. Hindari penggunaan obat tetes mata atau salep secara bersamaan.
  9. Bagi orang lain, usahakanlah jangan dulu melakukan kontak langsung dengan penderita mata merah baik menyentuhnya secara langsung maupun meminjam barang – barang bekas dipakai penderita, agar tidak tertular penyakitnya.

Untuk penutup artikel ini yakni Penyakit Mata Merah , usahakanlah senantiasa menjaga tubuh agar tetap segar dengan melakukan rutinitas olah raga serta memperbanyak asupan sayur – sayuran dan buah – buahan sehingga daya tahan tubuh meningkat serta tidak mudah terserang penyakit.