Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Saturday, 5 December 2015

Cara Membangun Keluarga Bahagia Sakinah Harmonis

Tips cara kiat membina membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah bahagia dalam sebuah pernikahan adalah merupakan salah satu agar sebuah keluarga diberikan ketenangan kebahagiaan keharmonisan itu sendiri.

Membina keluarga rumah tangga yang mawaddah wa rahmah tentu saja tidak semudah ketika kita mengatakannya. Tujuan manfaat pernikahan dalam Islam adalah merupakan bagian dari mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan panutan kita dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Karena dalam ajaran Islam dan Sunnah Nabi banyak terkandung hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Untuk itulah mengetahui tips membentuk keluarga bahagia adalah perlu untuk diketahui dan dipahami oleh para keluarga dan pasangan suami istri.

Cara Membangun Keluarga Bahagia Sakinah Harmonis

Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan pernikahan. Mulai dari anjuran tuntunan menikah, cara memilih pasangan yang ideal dan menentukan calon pasangan, melakukan khitbah (peminangan), bagaimana mendidik anak sesuai tuntunan Islam Dan Rasulullah.

Dan juga mengetahui akan hak kewajiban suami dan istri serta juga mengetahui akan berbagai hal terkait dengan agar keluarga rumah tangga awet dan bahagia, bagaimana cara agar suami disayang istri dan bagaimana cara agar istri disayang suami dan hal-hal lainnya.

Memiliki keluarga yang sakinah atau harmonis merupakan dambaan setiap pasangan suami istri, akan tetapi untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Di tengah arus kehidupan seperti sekarang ini, jangankan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, untuk dapat mempertahankan keutuhan rumah tangga saja sudah merupakan sebuah prestasi.

Karena juga dalam perjalanan kehidupan berumah tangga banyak juga penyebab pernikahan bahagia menjadi kandas atau hanya sekedar impian. Karena satu dan hal yang membuat keluarga mengalami keretakan karena permasalahan antara suami istri karena pertengkaran dan yang lainnya.

Kehidupan Rumah Tangga Yang Harmonis Sakinah


Agama Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya agar keluarga dijadikan sebagai institusi yang aman, nyaman, bahagia dan kukuh bagi setiap ahli keluarga. Al Quran dan Hadist merupakan landasan bagi terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah termasuk dalam hal mengatasi setiap permasalahan yang timbul di kemudian hari.

Sesungguhnya hakekat kehidupan yang sakinah adalah suatu kehidupan yang dilandasi mawaddah warohmah (cinta dan kasih sayang) dari Allah subhanahu wata’ala Pencipta alam semesta ini. Yakni sebuah kehidupan yang diridoi Allah.

Yang mana para pelakunya / orang yang menjalani kehidupan tersebut senantiasa berusaha dan mencari keridhoan Allah dan rasulNya, dengan cara melakukan setiap apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah dan rasulNya.

Maka kesimpulannya, bahwa hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah adalah terletak pada realisasi/penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho Allah subhanahu wata’ala.

Mengenai tujuan sebuah pernikahan dalam Islam adalah terdapat dalam dalil Al-Qur'an mengenai keutamaan menikah yaitu firman Allah Ta'ala yang artinya :

"Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang berfikir." (QS Ar Rum : 30: 21).

Rumah tangga teladan islami adalah merupakan rumah yang selalu didambakan oleh setiap pasangan suami-istri yang terdapat didalamnya ketenangan, kedamaian, kasih sayang dan dalam hadits disebut dengan Baiti Jannati (rumahku adalah surgaku).

Dalam Islam tujuan pernikahan itu antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi.
  2. Untuk Membentengi Akhlaq Yang Mulia.
  3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami.
  4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah.
  5. Untuk Memperoleh Keturunan Yang Shalih Shalihah
Ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan agar bisa mewujudkan keluarga yang sakinah diantaranya adalah
  • Memiliki kecenderungan terhadap agama
  • Saling menghormati dan menyayangi
  • Sederhana dalam berbelanja
  • Santun dalam bergaul
  • Selalu instropeksi diri
Tips Kiat Menuju Keluarga Harmonis Bahagia Sakinah

Tips Kiat Menuju Keluarga Harmonis Bahagia Sakinah


Siapa orangnya yang tak ingin memiliki keluarga yang sakinah. Keluarga bahagia di dunia dan akhirat. Meskipun setiap orang menginginkan keluarga yang dibinanya adalah keluarga sakinah, namun sangat sedikit yang mengetahui bagaimana kiat membangun keluarga sakinah yang benar.

Keluarga sakinah adalah tempat kita bernaung dari segala permasalahan kehidupan. Rumah yang diisi dengan keluarga sakinah akan menjadi rumah yang dirindukan. Rumah penyejuk hati yang akan menghibur pemiliknya setiap kali singgah di rumah tersebut.

Bagaimana kiat membangun keluarga sakinah? Kiat membangun keluarga sakinah harus diketahui sedini mungkin, bukan hanya pada saat akan menikah. Seorang remaja harus memahami bagaiaman kiat membangun keluarga sakinah sebelum ia masuk pada usia pernikahan dan selanjutnya menjalani pernikahan tersebut.

Ada beberapa kiat cara membina keluarga bahagia sakinah mawadah warahmah dalam naungan Islam yaitu diantaranya :

Rumah Tangga Keluarga Dibangun Dan Didirikan Berlandaskan Al Quran Dan Sunnah Nabi

Asas serta niat awal ketika merintis sebuah keluarga dalam bentuk pernikahan yang syah baik dalam agama maupun sah di dalam aturan negara dalam rangka pembentukan sebuah keluarga sakinah ialah rumah tangga yang dibina atas landasan taqwa, berpandukan Al-Quran dan Sunnah dan bukannya atas dasar cinta semata-mata.

Membentuk Rumah Tangga Untuk Menciptakan Kasih Sayang (Mawaddah Warahmah)

Ini adalah merupakan cara membina keluarga bahagia dan sakinah selanjutnya. Tanpa adanya 'al-mawaddah' serta 'al-Rahmah', maka sebuah masyarakat tidak akan dapat hidup dengan tenang dan aman terutamanya dalam lingkup kecil sebuah keluarga.

Dua hal ini merupakan pilar penting yang diperlukan karena sifat kasih sayang yang wujud dalam sebuah rumah tangga dapat melahirkan sebuah masyarakat yang bahagia, saling menghormati, saling mempercayai dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Tanpa kasih sayang, sebuah perkawinan akan hancur, kebahagiaan hanya akan menjadi impian semua saja. Dan ini adalah termasuk ciri kriteria keluarga bahagia sakinah mawaddah.

Memilih Kriteria Suami atau Istri Yang Tepat

Ini dilakukan sebelum masa pernikahan dimulai. Agar terciptanya keluarga yang sakinah, maka dalam menentukan kriteria suami maupun istri haruslah tepat. Diantara kriteria tersebut misalnya beragama islam dan shaleh maupun shalehah, berasal dari keturunan dan keluarga yang kita percayai yang baik-baik.

Mempunyai akhlak mulia, sopan santun dan bertutur kata yang baik. Ini juga yang harus dilakukan dalam rangka untuk sebagai cara menciptakan keluarga sakinah mawaddah warahmah pertama kalinya.

Menjalankan Kewajiban dan Hak Sebagai Suami Dan Istri Dengan Baik

Dalam Islam telah banyak diajarkan bagaimana hak seorang istri, kewajiban seorang istri. Apa saja yang menjadi bagian dari sebuah kewajiban seorang suami, apa hak-hak suami dalam rumah tangga.

Bersyukur Telah Dikaruniai Pasangan Hidup

Mensyukuri nikmat Allah adalah merupakan kewajiban bagi tiap hamba-hambaNya. Karena tidak sedikit manusia yang sampai akhir hayatnya tidak mempunyai pasangan hidup.

Mensyukuri ini juga artinya kita siap dengan kelebihan dan kekurangan pasangan hidup kita. Apapun itu. Karena pada umumnya ketika berkenalan dulu kita hanya mengenal akan kebaikan-kebaikan dari pasangan kita.

Setelah kita mengarungi bahtera rumah tangga lambat laun kita juga akan mengetahui kekurangan pada istri atau suami kita. Tetapi itulah rumah tangga, saling melengkapi satu sama lain dan menutupi kekurangan satu sama lain.

Demikian tadi beberapa kiat meraih keluarga bahagia dan harmonis dalam sebuah keluarga. Karena memang kebahagiaan keluarga dalah merupakan awal baik dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang kuat, beriman dan berakhlak baik serta cerdas di kemudian hari.

Kiat membangun keluarga sakinah pada hakikatnya adalah mendekatkan keluarga dengan nilai-nilai Islam. Semakin dekat sebuah keluarga dengan ajaran Islam sebagai agamanya, maka akan semakin membuat nilai-nilai keberkahan itu hadir dalam kehidupan rumah tangga. Kesakinahan bersama pasangan maupun anak-anak akan mudah diraih.

Keluarga sakinah adalah awal dari berdirinya sebuah masyaarakat madani. Dimulai dari keluarga, selanjutnya akan lahirlah negara yang berkahi oleh Allah SWT.

Saturday, 8 March 2014

Pengelolaan Zakat Oleh Pemerintah

Hikmah keutamaan membayar zakat di dalam Islam adalah merupakan salah satu bentuk syariat yang telah ditetapkan di dalam Islam itu sendiri. Dan salah satunya adalah bahwasannya zakat adalah rukun islam ke 3 dan juga merupakan rukun istimewa yang Allah turunkan dan tetapkan sebagai rukun Islam yang menyentuh secara langsung tentang penghidupan atau ekonomi umat Islam. Inilah satu-satunya amalan ibadah yang Allah wajibkan dan tetapkan sebagai rukun Islam.

Hikmah zakat lainnya adalah sebagai perwujudan iman kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat-Nya, menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, menghilangkan sifat kikir dan rakus, menumbuhkan ketenangan hidup, sekaligus mengembangkan harta yang dimiliki.

Selain itu, zakat juga bisa dijadikan sebagai neraca, guna menimbang kekuatan iman seorang mukmin serta tingkat kecintaannya yang tulus kepada Rabbul izzati. Sebagai tabiatnya, jiwa manusia senantiasa dihiasi oleh rasa cinta kepada harta, sebagaimana firman Allah.

Pemerintah Terbitkan Aturan Pelaksanaan Undang-Undang Pengelolaan Zakat

Di Indonesia sendiri pengaturan dan pengelolaan zakat untuk warga negara adalah dengan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama. Baznas yang berkedudukan di ibukota negara ini, merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas Pengelolaan Zakat secara nasional.

Fungsi Tugas Badan Amil Zakat

Dalam melaksanakan tugasnya, Baznas menyelenggarakan fungsi yaitu antara lain :
  • Perencanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.
  • Pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.
  • Pengendalian pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.
  • Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan Pengelolaan Zakat.
Baznas terdiri atas 11 (sebelas) orang anggota yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Agama. Anggota Baznas terdiri atas 8 (delapan) orang berasal dari unsur masyarakat yang diangkat oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat pertimbangan DPR, dan 3 (tiga) orang dari unsur pemerintah.

Anggota Baznas dari unsur masyarakat yang terdiri dari unsur ulama, tenaga profesional, dan tokoh masyarakat Islam. Sedangkan unsur pemerintah terdiri atas unsur Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Undang-Undang Pengaturan Pengelolaan Zakat untuk saat ini telah ditanda tangani oleh Presiden SBY. Dan juga mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan undang-undang tersebut.

PP ini mengatur tentang kedudukan, tugas dan fungsi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas); keanggotaan Baznas; organisasi dan tata kerja Baznas; organisasi dan tata kerja sekretariat Baznas; lingkup dan wewenang pengumpulan zakat, serta persyaratan dan mekanisme perizinan dan pembentukan perwakilan Lembaga Amil Zakat (LAZ); termasuk pembiayaan Baznas dan penggunaan hak amil.

Saturday, 21 December 2013

Keutamaan Dalam Shalat Sunnah

Manfaat hikmah keutamaan shalat sunnah memang begitu banyak bila kita umat islam senantiasa menjalankan dan menegakkan sholat-sholat sunnah yang telah ada dalam tuntunan agama kita ini. Jenis macam sholat sunnah ada beberapa. Diantaranya adalah shalat sunah rawatib, Shalat Wudhu, Shalat Tahiyatul Masjid, sholat tahajud, shalat Istikharah, shalat hajat, sholat taubat.

Shalat sunnah adalah shalat yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila tidak dikerjakan tidak berdosa. Akan tetapi, shalat sunnah adalah suatu tambahan buat kita apabila di dalam shalat fardhu kita kurang sempurna.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyari’atkan shalat sunnah untuk meningkatkan amal manusia dan menutupi segala kekurangan dan kelalaian yang ada, sebagaimana hal itu diperintahkan oleh Allah dalam Kitab-Nya yang agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : "Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Huud 11 : 114).

Manfaat hikmah keutamaan shalat sunnah

Shalat sunnah termasuk amalan yang mesti kita jaga dan rutinkan. Di antara keutamaannya, shalat sunnah akan menutupi kekurangan pada shalat wajib. Kita tahu dengan pasti bahwa tidak ada yang yakin shalat lima waktunya dikerjakan sempurna. Kadang kita tidak konsentrasi, tidak khusyu’ (menghadirkan hati), juga kadang tidak tawadhu’ (tenang) dalam shalat.

Keutamaan Sholat Sunnah

Ada beberapa manfaat keutamaan di dalam menjalankan sholat sunnah diantaranya yaitu :
Menutupi Kekurangan Shalat Wajib.
Hal ini tercermin dan terapat dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yang artinya :"Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad ).

Menghapuskan Dosa Dan Ditinggikan Derajat.
Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy, ia berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkanku ke dalam surga’.” Atau Ma’dan berkata, “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda :"Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim).

Dan memperbanyak sujud ini salah satunya adalah dengan menjalankan sholat-sholat sunnah tersebut.

Shalat Adalah Sebaik-baik Amalan.
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"eristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah ).

Monday, 14 October 2013

Kisah Sejarah Nabi Ibrahim Dan Ismail

Kesabaran Pengorbanan Nabi Ibrahim adalah merupakan tonggak sejarah awal adanya hari raya Idul Adha (Hari Qurban) yang setiap tahunnya diperingati oleh Umat Islam di seluruh dunia. Sesungguhnya rangkaian ibadah haji di tanah suci Mekkah dan juga pelaksaanan ibadah qurban, adalah ritual syariat yang sangat berhubungan erat dengan kisah dan sejarah Nabi Ibrohim as. Momentum Idul Adha ini, memang sudah seharusnya membawa kita kembali kepada lembaran kisah Nabi Ibrahim as, untuk kemudian menjadikannya teladan dalam kehidupan kita dan anak cucu kita kelak.

Makna Arti Sabar
Secara bahasa, sabar bermakna dan mempunyai pengertian menahan diri. Sedangkan secara syariat, pengertian sabar adalah menahan diri dari hal yang tidak diridhai Allah SWT, sehingga melaksanakan hal yang diridhai Allah swt. Oleh karena itu, sabar diperlukan dalam melaksanakan setiap perintah Allah.

Ismail berusia belia ketika memulai perjalanannya menuju Allah SWT. Ibunya membawanya dan menidurkannya di atas tanah, yaitu tempat yang sekarang kita kenal dengan nama sumur zamzam dalam Ka'bah. Saat itu tempat yang dihuninya sangat tandus dan tidak ada di sana setetes air pun di tempat itu.

Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya, Hajar, bersama anaknya yang kecil. "Wahai Ibrahim kemana engkau hendak pergi dan membiarkan kami di lembah yang kering ini?" Kata Hajar. "Wahai Ibrahim di mana engkau akan pergi dan membiarkan kami? Wahai Ibrahim ke mana engkau akan pergi?" Si ibu mengulang-ulang apa yang dikatakannya. Sedangkan Nabi Ibrahim diam dan tidak menjawab.

keterangan gambar

Kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana perasaan Nabi Ibrahim saat meninggalkan mereka berdua di suatu lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan dan minuman. Namun karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk meninggalkan mereka di lembah itu, maka dengan lapang dada Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT.

Ujian bagi nabi Ibrohim tidak hanya berhenti pada lingkungan yang keras, tandus, atau tantangan dakwah dari masyarakat atau bahkan penguasanya, namun juga ujian berupa datangnya perintah yang sangat berat dari Allah SWT, yaitu menyembelih anak yang dicintainya dan dinanti-nanti kehadirannya sejak lama. Al-Quran begitu indah menggambarkan dialog antara Nabi Ibrahim dan Ismail ketika itu :
"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".(QS Ash Shaffat [37]:102).
Dalil mengenai berkurban dan keutamaan berqurban adalah seperti yang tercantum dalam sejarah disyariatkan berkurban ini adalah merupakan bagian dari sejarah dan pelajaran serta ibrah dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Allah memerintahkan bapak para nabi, Ibrahim ‘alaihissalam untuk menyembelih putranya Ismail, maka beliau dengan serta merta memenuhi perintah Allah dengan tanpa ada keraguan. Maka sebagai ganti Nabi Ismail Allah menurunkan dari langit :"Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar. "(Q.S Ash-Shaffat 107).

Betapa beratnya cobaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Ibrahim ‘alaihissalam serta betapa besarnya pengorbanannya sebagai bentuk pembuktian dirinya sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berserah diri sepenuhnya, dan sebagai khalilullah yang memurnikan kecintaannya hanya untuk-Nya. Dan ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya dengan berbagai jenis cobaan, untuk membuktikan keimanan hamba tersebut. Kisah Penyembelihan Nabi Ismail a.s. yang sampai saat ini masih terus memberikan ibrah dan pelajaran serta hikmah yang sangat banyak bagi kita umat islam

Ibrahim ‘alaihissalam akhirnya memang tidak melaksanakan penyembelihan terhadap anaknya, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ujian tersebut bukan dalam rangka mewujudkan penyembelihan terhadap anaknya tersebut, namun semata-mata untuk membuktikan kecintaan Ibrahim ‘alaihissalam yang murni hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sungguh teramat banyak kisah perjuangan yang dialami nabi Ibrahim as. Kesabaran dan pengorbanannya begitu banyak digambarkan secara terserak dalam ayat-ayat Al-Quran. Dari mulai masa mudanya yang dihabiskan untuk berdakwah kepada umatnya yang masih bergelimpang dalam kemusyrikan, bahwa keluarga terdekatnya sendiri adalah pembuat berhala yang dipuja-puja dan disembah masyarakatnya. Belum lagi saat berhadapan dengan kesombongan Raja Namrud, hingga berujung pada peristiwa pembakaran diri beliau, yang kemudian diselamatkan oleh Allah SWT, yang dengan kuasanya menjadikan api yang membakar dirinya menjadi dingin dan menyelamatkan. Allah SWT berfirman : "Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim".(Al-Anbiya 69)

Demikianlah, beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim as. Kita pun bisa mengusahakannya. Letak sabar adalah hati. Hati manusia bukan milik manusia. Kadang manusia bersedih tanpa diinginkannya. Kadang manusia ingin bersemangat dalam bekerja, tapi tiba-tiba kendur. Hati adalah milik Allah swt. Allah-lah yang berkuasa membolak-balikkan hati sekehendak-Nya. Kalau demikian, ketika ingin sabar, yang bisa dilakukan manusia adalah mensuasanakan hatinya sehingga sabar itu hadir dalam hati. Bagaimana caranya?

Kalau kita cinta kepada Allah swt., kita akan melaksanakan semua yang diinginkan-Nya. Kalau kita takut kepada neraka Allah swt., kita akan melakukan apa saja yang dapat melindungi diri kita dari siksaannya. Kalau kita yakin kematian pasti akan datang sewaktu-waktu, kita tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan mencari bekal untuk perjalanan akhirat. Kalau kita mengakui banyaknya nikmat-nikmat dari Allah swt. yang kita rasakan, kita akan malu dengan ibadah-ibadah kita yang sedikit.

Friday, 14 June 2013

Menghormati Tetangga

Memuliakan tetangga adalah merupakan salah satu dari akhlak Islami yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena memang sebagai manusia dan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, kita tidak mungkin terlepas dari apa yang dinamakan dengan tetangga. Untuk itulah menghormati tetangga dalam Islam mempunyai peran serta arti penting dalam tuntunan hidup bermasyarakat dalam agama kita ini.

Tetangga adalah seluruh orang yang tinggal berdampingan dengan kita, siapapun dia. Tetangga memiliki hak yang wajib untuk ditunaikan sesuai tingkatan mereka dan tidak boleh dilalaikan. Tingkatan mereka itu tergantung pada kedekatan, kekerabatan, agama, dan akhlaknya. Maka hendaknya setiap mereka diberikan haknya sesuai dengan kadar tingkatan tersebut.

Tetangga yang tinggal berdampingan dengan kita tentu tidak sama dengan tetangga yang jauh dari kita, tetangga yang juga sekaligus adalah keluarga kita, tidak sama dengan tetangga yang bukan keluarga, tetangga yang seagama tidak sama dengan tetangga yang beragama lain.

Memuliakan Menghormati Tetangga Dalam Islam

Dalil hadist mengenai keutamaan dalam menghormati dan memuliakan tetangga adalah sebagai barikut : "Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya". (HR al-Bukhâri dan Muslim).

Dalam kitab suci Qur’an maupun riwayat banyak sekali ditemukan kewajiban dan anjuran mengenai hubungan dalam kehidupan bertetangga. Menghormati, memuliakan dan menjaga hak-hak tetangga merupakan kewajiban yang ada dalam ajaran Islam. Allah Ta'ala memuji dan memberikan ganjaran besar bagi orang-orang yang memuliakan dan menjaga hak-hak tetangganya. Dan sebaliknya, Allah mengecam keras siapa saja yang mengganggu dan melanggar hak-hak tetangganya.

Adapun memuliakan tetangga dan berbuat baik kepada tetangga adalah diperintahkan dalam Islam. Allah Ta’ala berfirman yang artinya : "Beribadahlah kepada Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri". (QS. an-Nisâ`/4:36).

Berikut adalah hak-hak tetangga menurut para ulama yang terbagi menjadi 3 yaitu :
  1. Tetangga muslim yang memiliki hubungan kerabat, maka ia memiliki tiga hak, yaitu: hak tetangga, hak Islam, dan hak kekerabatan.
  2. Tetangga muslim, maka ia memiliki dua hak, yaitu: hak tetangga, dan hak Islam.
  3. Tetangga kafir, ia hanya memiliki satu hak, yaitu hak tetangga.
Islam adalah agama yang mengatur hubungan bertetangga secara baik. Islam menempatkan posisi tetangga pada tempat yang tinggi dan terhormat. Ajaran demikian sebelumnya tidak dikenal dalam aturan atau perundangan manapun. Di dalam Islam, tetangga adalah sosok yang memiliki hak yang wajib (kewajiban bertetangga) untuk ditunaikan dan kehormatan yang wajib untuk dijaga.

Menyakiti tetangga adalah sebuah kejahatan yang sangat diharamkan dalam Islam. Diriwayatkan oleh Abu Syuraih, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, "Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman. Ditanyakan kepada beliau, 'Siapa orang itu wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, 'Mereka itu adalah orang-orang yang tetangganya tidak merasa aman dengan gangguannya". (HR. Bukhari).

Contoh perbuatan yang menyakiti tetangga adalah mengkhianati mereka, membuka aib dan kelemahannya, mengganggu anak-anak wanitanya, menggoda istrinya, dengan terlebih melakukan perselingkuhan dengannya, baik secara langsung atau tidak langsung. Sungguh perbuatan ini adalah seburuk-buruk dosa yang sangat dibenci dan dikutuk oleh seluruh jiwa yang sehat.

Wednesday, 8 May 2013

Durhaka Kepada Orang Tua

Dosa durhaka kepada orang tua adalah sangat besar. Untuk itu sebagai anak kita mempunyai kewajiban untuk menghormati kedua orang tua kita baik ayah maupun ibu kita. Jangan sampai kita menjadi anak durhaka yang dimurkai oleh Allah baik dunia maupun akhirat. Karena apapaun bentuk ibadah yang kita lakukan tidak akan memberikan manfaat apapun bila kita telah melakukan perbuatan durhaka ini.

Yang dimaksud dengan perbuatan durhaka pada kedua orang tua adalah memutuskan tali hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya, meninggalkan sesuatu yang disukai keduanya, dan tidak menaati apa yang diperintahkan atau diminta oleh mereka berdua. Inilah yang dimaksud dengan pengertian durhaka.

Durhaka Kepada Orang Tua

Kewajiban seorang anak adalah berbuat baik, taat dan menghormati kepada orang tua yang telah melahirkan kita mendidik dan membesarkan diri kita sampai kita menjadi apa diri kita sekarang ini. Hal ini telah tersirat dalam Al-Qur'an mengenai dalil kewajiban anak untuk berbuat kebaikan kepada orang tuanya dalam surat al-Ahqaf: 16 yang artinya :"Dan kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu-bapanya, ibunya telah mengandung dia dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah-payah pula; mengandung dan menyusuinya selama 30 bulan."

Allah memperkuat pesannya untuk berbuat baik kepada dua orang tua ini, ketika kedua orang tua tersebut telah mencapai umur lanjut (telah menjadi tua), kekuatannya sudah mulai menurun, mereka sudah mulai sangat membutuhkan pertolongan dan di jaganya perasaannya yang mudah tersinggung itu karena umurnya beliau yang telah lanjut usia tersebut. Dan juga orang tua telah banyak memberikan pendidikan kepada anak-anaknya, haruskah ini dibalas dengan kedurhakaan...

Ada beberapa bentuk tindakan yang dikategorikan termasuk dalam perbuatan durhaka diantaranya :
  1. Tidak mau untuk memberikan nafkah kepada orang tua bila mereka membutuhkan.
  2. Mengumpat kedua orang tuanya di depan orang banyak dan menyebut-nyebut kekurangan yang ada pada diri orang tua.
  3. Mencaci dan melaknat kedua orang tuanya tersebut.
  4. Membuat kedua orang tua bersedih dengan melakukan sesuatu hal, meskipun sang anak berhak untuk melakukannya. Tapi ingat, hak kedua orang tua atas diri si anak lebih besar daripada hak si anak.
  5. Malu mengakui kedua orang tuanya di hadapan orang banyak karena keadaan kedua orang tuanya yang miskin, berpenampilan kampungan, tidak berilmu, cacat, atau alasan lainnya. Ini adalah termasuk dalam bentuk durhaka pada orang tua.
  6. Tidak melayani mereka dan berpaling darinya. Lebih durhaka lagi bila menyuruh orang tua melayani dirinya.
  7. Menajamkan tatapan mata kepada kedua orang tua ketika marah atau kesal kepada mereka berdua karena suatu hal.
Yang termasuk dalam dosa durhaka kepada orang tua adalah :

Akan Diharamkan Untuk Masuk Surga.
Hal ini adalah dalil hadist mengenai perbuatan durhaka akan membawa pelakunya untuk haram masuk surga adalah hadist Rasulullah SAW yang berbunyi :" Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan seorang dayyuts (merelakan kejahatan berlaku dalam keluargannya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh)". (HR. Nasa’i dan Ahmad).

Allah Tidak Menerima Ibadah Wajib Dan Sunnahnya.
Berikut adalah dalil hadistnya :"Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima (amal kebajikannya) dari yang sunnah maupun yang fardhu, yaitu durhaka kepada orang tua, orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya, dan orang yang mendustakan takdir". (HR. Thabrani).

Disegerakan Azabnya di Dunia.
"Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunya di dalam hidupnya sebelum mati". (HR. Al-hakim ).